Postingan

Manusia perasa penuh asa

Lihat kami Manusia perasa yang berasal dari tulang rusuk adam Menggenggam kehidupan atas ketentraman Menarik kehangatan penuh kasih sayang Suguhkan sajian penuh cinta Melahirkan generasi penerus bangsa Madrasah pertama bagi anaknya Hingga berbagi cerita dan air mata Lihat kami Mengingat sejarah suram dimasa lalu, kaum kami terabaikan dan dihinakan Lalu kini, Emansipasi wanita dimerdekakan Emansipasi dibentuk untuk menciptakan generasi yang handal berkualitas Bisakah kita menciptakan sesuatu yang hebat? tanpa mengetahui hal yang menciptakan kehebatan? Maka, belajar adalah kekuatan Wanita masa kini adalah wanita yg tangguh nan cerdas Banyak peran yang dilakukan tanpa harus banting tulang Tapi letih melintang! Emansipasi wanita dibentuk bukan untuk menyaingi lelaki Tetapi untuk membangun generasi Jadilah wanita yang berkualitas di pelosok negeri.

Hentikan rindu

Hentikan Rindu Pesona parasmu mengundang cinta Hatimu tahu menimbang rasa Sosokmu penenang jiwa Jadi beban kala kau tak ada Disini.... Bersamaku Temani hari hari yang kian berlalu Menapaki sudut jalan berliku Nyatanya aku hanya bisa memikirkanmu Kau hadir disetiap sudut rindu Terus mengganggu Aku tak kuasa menghentikannya kenangan yang terlalu dalam merasuk kalbu Cobalah mengerti rasaku Hampiri aku, dan beri sedikit ruang pengobat rindu Karya : shofi Elsiana Maulida

Puisi Ditimang alun asmara

Ditimang alun asmara Oleh : shofi elsiana maulida Seperti hal bodoh saat ditimang alun asmara Di depan tubuh cermin ku tertawa Menatap begitu mengagumkan mata Lalu tersenyum Kata lembut terngiang, terlantun titik dari mulutnya Katanya ia ungkap cinta! Serasa di balik awan, menari dan berirama Dia bak bunga bermekaran ditengah kota Ku ingin terus tersenyum padanya Meraih lentik jemari menyapa Lalu ku jawab ya! Dia sosok primadona yang ku damba

Rumah tua

Rumah tua By: shofy elsiana Atap lapuk tak lagi kokoh Alaskan lantai berbalut debu menghambur Pudaran foto terus menyusur Detakan jam besar yang kian berdenting Mengirama waktu terus melaju nyaring Riung canda tawa tak lagi menggema Ramaikan rasa yang dulu pelipur lara Takaran sudah hampir penuh Wanita tua selalu mendamba sapa tamu menyapa Hibur hati yang sedang gundah merana Hanya rumah tua pelindung hujan dan terik Pendengar cerita pilu yang terus menjerit Sebatang kara tak ada sanak saudara Rumah tua temani hari-hari Terus berbisik Cerita kenangan yang dilalui Kala wanita tua tak sanggup dalam sendiri

puisi ibu

Terimakaasih ibu By: shofi elsiana maulida Ibu Anakmu kini tumbuh dewasa Hidupku telah penuh cerita Manis pahitnya hidup telah aku rasa Satu per satu kumeniti makna Aku belajar darimu, Bu Tentang makna hidup yang mendalam Kesabaran yang memuliakan Bisakah  kuberbagi kisah denganmu Sang anak yang selalu rindu akan peluk hangatmu Tutur lembut petuahmu Belaian kasih sayangmu Yang kadang kini kumalu jika meminta itu padamu Aku tahu, Bu Halang rintang kau terjang setiap masa Butir nasi yang kau suapkan untuk anakmu Kau cari dengan tak mudah Tak semudah kumenadahkan tangan meminta rupiah Kau terjaga se tiap malam saat aku kecil menangis Saat besar pun terus meringis jika jajanku menipis Tapi kau tetap hangat Kau hanya ingin anakmu hidup sejahtera dikala tua Tak peduli sedalam apa lara yang kini dirasa Lelah sudah pasti melanda Kebahagianmu adalah janjiku Bersabarlah, suksesku akan hadirkan haru tangismu Terimakasih ibu

Puisi adu domba

Adu domba By : Shofi elsiana Maulida Mari bersenda gurau Kokoh kan kalbu Kuatkan barisan di setiap penjuru Berikan senyuman palsu Pada mulut tajam tak berirama syahdu Mereka bersudut kekacauan Mematikan politik keagungan Hey... Perbincangkan sang pemicu nestapa Membludak menerjang hingga binasa Dengan kata tak tertata Dengan senjata halus menusuk perih Terisak tangis , tertanam dendam Tertancap pedang Berulang kali, hingga mati Itu kah adu domba Pembawa nestapa hati dan raga Bersembunyi pada kebaikan Memecah kedamaian

(2) Hilang

“Agra...” teriakku sesak menahan rindu Agra mendekatiku dan duduk di sampingku sambil tersenyum memandangi danau didepannya.  “Bagus yah danaunya” Agra memulai pembicaraan “Ah.. iya” jawabku kaku “Oh ya, kamu kok bisa disini Agra?” tanyaku spontan “Mmhh... aku sedang melakukan study banding di kampus ini, aku sempat bertemu ibu mu dan ibumu memberitahuku bahwa kamu kuliah disini dan dengan sengaja aku mencarimu” Bagai memakai sayap ingin terbang rasanya, hatiku terus berbunga bunga mendengar ucapannya yang seolah olah merindukanku “Kamu rindu aku” " Setiap saat aku merindukanmu Rey" "Bukan hanya tentang rindu, tapi tentang rasa yang khawatir memudar diantara kita" sambung Agra "Karna orang baru?" Tanyaku Belum sempat Agra menjawab seorang wanita menghampiri aku dan Agra dan menarik tangan Agra  " Agra, dosen pembimbing kita sudah menunggu. Aku mencarimu sulit sekali" wanita tersebut berbicara sambil menari...