Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

puisi ibu

Terimakaasih ibu By: shofi elsiana maulida Ibu Anakmu kini tumbuh dewasa Hidupku telah penuh cerita Manis pahitnya hidup telah aku rasa Satu per satu kumeniti makna Aku belajar darimu, Bu Tentang makna hidup yang mendalam Kesabaran yang memuliakan Bisakah  kuberbagi kisah denganmu Sang anak yang selalu rindu akan peluk hangatmu Tutur lembut petuahmu Belaian kasih sayangmu Yang kadang kini kumalu jika meminta itu padamu Aku tahu, Bu Halang rintang kau terjang setiap masa Butir nasi yang kau suapkan untuk anakmu Kau cari dengan tak mudah Tak semudah kumenadahkan tangan meminta rupiah Kau terjaga se tiap malam saat aku kecil menangis Saat besar pun terus meringis jika jajanku menipis Tapi kau tetap hangat Kau hanya ingin anakmu hidup sejahtera dikala tua Tak peduli sedalam apa lara yang kini dirasa Lelah sudah pasti melanda Kebahagianmu adalah janjiku Bersabarlah, suksesku akan hadirkan haru tangismu Terimakasih ibu

Puisi adu domba

Adu domba By : Shofi elsiana Maulida Mari bersenda gurau Kokoh kan kalbu Kuatkan barisan di setiap penjuru Berikan senyuman palsu Pada mulut tajam tak berirama syahdu Mereka bersudut kekacauan Mematikan politik keagungan Hey... Perbincangkan sang pemicu nestapa Membludak menerjang hingga binasa Dengan kata tak tertata Dengan senjata halus menusuk perih Terisak tangis , tertanam dendam Tertancap pedang Berulang kali, hingga mati Itu kah adu domba Pembawa nestapa hati dan raga Bersembunyi pada kebaikan Memecah kedamaian

(2) Hilang

“Agra...” teriakku sesak menahan rindu Agra mendekatiku dan duduk di sampingku sambil tersenyum memandangi danau didepannya.  “Bagus yah danaunya” Agra memulai pembicaraan “Ah.. iya” jawabku kaku “Oh ya, kamu kok bisa disini Agra?” tanyaku spontan “Mmhh... aku sedang melakukan study banding di kampus ini, aku sempat bertemu ibu mu dan ibumu memberitahuku bahwa kamu kuliah disini dan dengan sengaja aku mencarimu” Bagai memakai sayap ingin terbang rasanya, hatiku terus berbunga bunga mendengar ucapannya yang seolah olah merindukanku “Kamu rindu aku” " Setiap saat aku merindukanmu Rey" "Bukan hanya tentang rindu, tapi tentang rasa yang khawatir memudar diantara kita" sambung Agra "Karna orang baru?" Tanyaku Belum sempat Agra menjawab seorang wanita menghampiri aku dan Agra dan menarik tangan Agra  " Agra, dosen pembimbing kita sudah menunggu. Aku mencarimu sulit sekali" wanita tersebut berbicara sambil menari...

(1)Pertemuan singkat

Keheningan menemani sepi, Sapuan debu dan hembusan angin beradu. Aku duduk santai di bawah pohon rindang berteman dengan kegundahan yang disimpan dalam buku diaryku, dedaunan satu per satu berjatuhan membuat aku berfikir  “sudah masanya dia harus terjatuh, sama halnya hidup tak akan selalu berada diatas, akan ada masanya dia harus tumbang atas qodrat yang ditetapkan teruslah mencari jalannya syukur apapun keadaannya.” kata kata itu yang selalu hadir dalam pikiranku, kata dari seorang panutanku, Ayah.  Angin terus bertiup membuat keadaan semakin sejuk, jemariku terus berirama serta sang pena yang menandakan setiap jejak pikiran yang terlintas. Rey... Nama panggilan yang sering diucapkan untukku, Reyna Aisya nama dalam ijazahku. Hari ini adalah hari pertama ku masuk kuliah setelah masa masa ospek yang telah aku lewati, belum banyak adaptasi yang aku lakukan untuk saat ini. Terlebih, aku sungkan jika harus menyapa duluan sehingga aku memilih untuk sendiri terlebih dahulu d...