(1)Pertemuan singkat
Keheningan menemani sepi, Sapuan debu dan hembusan angin beradu. Aku duduk santai di bawah pohon rindang berteman dengan kegundahan yang disimpan dalam buku diaryku, dedaunan satu per satu berjatuhan membuat aku berfikir
“sudah masanya dia harus terjatuh, sama halnya hidup tak akan selalu berada diatas, akan ada masanya dia harus tumbang atas qodrat yang ditetapkan teruslah mencari jalannya syukur apapun keadaannya.” kata kata itu yang selalu hadir dalam pikiranku, kata dari seorang panutanku, Ayah.
Angin terus bertiup membuat keadaan semakin sejuk, jemariku terus berirama serta sang pena yang menandakan setiap jejak pikiran yang terlintas.
Rey... Nama panggilan yang sering diucapkan untukku, Reyna Aisya nama dalam ijazahku. Hari ini adalah hari pertama ku masuk kuliah setelah masa masa ospek yang telah aku lewati, belum banyak adaptasi yang aku lakukan untuk saat ini. Terlebih, aku sungkan jika harus menyapa duluan sehingga aku memilih untuk sendiri terlebih dahulu di tempat ini, taman kampus dekat danau, tempat favorit yang membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya.
“rey... What are you doing?” suara memanggilku dari belakang, membuatku ingin segera menoleh.
Seketika aku shock, melihat yang menyapaku adalah seseorang yang aku Kagumi sejak pertama kali bertemu. Agra, dia adalah sosok yang aku Kagumi sejak lama. Kala itu dia Kaka kelasku saat SMA tepatnya 2 tahun diatasku, dia tampan, cerdas, berkharisma dan juga seorang ketua OSIS di sekolah meskipun saat aku masuk sekolah tersebut dia sudah selesai dari jabatannya. Dia sosok yang banyak dikagumi kaum wanita karna kelembutan dan tanggung jawabnya akan tugas. Tak hanya siswa, guru pun banyak yang mengaguminya. Aku pernah jatuh hati padanya, dan yang tak pernah aku sangka dia juga memiliki rasa yang sama akan hal itu, tapi tak berlangsung lama, setelah kelulusan nya dia berniat untuk pergi ke luar kota dengan keluarganya tanpa aku tau kemana dia akan melanjutkan study nya. Dia hanya menitipkan tulisan dalam selembar kertas
Dear Rey
Terimakasih untuk segalanya
Atas senyuman dan perhatian yang dibubuhkan disetiap hari hariku
Atas kebahagiaan yang menerpa setiap sudut rasaku
Aku mencintai kepolosanmu, keluguanmu, kebaikanmu
Tetaplah menjadi wanita baik
Semoga aku hanya meninggalkan mu untuk sementara
Aku belum bisa menceritakan alasan kepergianku yang begitu mendadak
Penuh harap Allah akan mempertemukan kita suatu saat nanti
Regard
Agra
Hanya itu kenangan yang Agra berikan atas kepergiannya 2 tahun yang lalu, kertas yang masih aku simpan didalam buku diary. Dan sekarang kita bertemu entah takdir apa yang Allah ciptakan hari ini.
Bersambung......
Bersambung......
DAY1#60HM#penulisbestseller
Komentar
Posting Komentar